karya sastra klasik
"SYAIR"
REMBULANPUN MALU
detik demi detik berlalu
sendiri disudut ruangan terpaku
tidak hiraukan apa yang berlalu
sedikit simpul kecil dibibirku
seperti menghentikan waktu
tersenyum sendiri tanpa kau tahu
rembulanpun malu melihat keadaanku
setelah ini akupun tak tahu
apakah rasa ini bertahan atau berlalu
yang harus slalu kau tahu
aku sangat mencintaimu
tak peduli apa jawabmu
memang terlalu hina diriku untukmu
mungkin disana banyak yang lebih baik dari aku
tapi tolonglah beri kesempatan padaku
untuk membuktikan bahwa aku sangat menyayangimu
#dedicated to someone
Tidak ada komentar:
Posting Komentar